our blog

Membuka Wawasan

analisa laporan keuangan

Februari 15, 2018 / by Wienanto Tanuwidjaja / In Manajemen Keuangan / 1 Comment

3 Barometer untuk Analisa Laporan Keuangan Perusahaan

Di artikel sebelumnya, saya membahas mengenai panduan manajemen keuangan bagi pengusaha. Di kesempatan ini, saya ingin melanjutkannya dengan membagi informasi mengenai 3 barometer yang digunakan untuk mengukur kekuatan keuangan perusahaan dan analisa laporan keuangan perusahaan. Barometer ini digunakan secara bersamaan untuk mendapatkan gambaran jelas kondisi perusahaan yaitu:

  1. Common Sizing
  2. Trend
  3. Crucial KPI (Key Performance Indicator)

Barometer Analisa Laporan Keuangan

1. Common Sizing

Analisa common sizing dilakukan dengan mengubah setiap baris dari data laporan keuangan menjadi angka persentase (%) yang mudah dibandingkan. Apabila perbandingan dilakukan tanpa mengubah menjadi persentase, akan sulit melihat pergerakan trend. Dengan melakukan ini, kenaikan & penurunan setiap bagian dari laporan keuangan akan mudah diketahui.

Sebagai contoh, laporan laba rugi di bawah ini menunjukkan bahwa:

  1. Gross Profit menurun dari 42 % (2010) menjadi 36% (2011).
  2. Net Profit naik dari 8% (2010) menjadi 9% (2011).

image7

2. Trend

Analisa trend dilakukan dengan membandingkan 2-3 data dari laporan keuangan yang dimasukkan ke dalam chart, lalu dilihat kenaikan & penurunannya.

Beberapa data krusial yang perlu dibandingkan adalah:

  • Penjualan – Laba Bersih – Persentase Laba Kotor

Analisa Laporan Keuangan 1

Analisa trend:

  • Penjualan naik.
  • Persentase laba kotor turun.
  • Laba bersih naik tipis.

Kesimpulan:

Kenaikan penjualan tidak berpengaruh besar terhadap kenaikan laba bersih karena persentase laba kotor turun.

  • Penjualan – Laba Bersih – Arus Kas Operasional

Analisa Laporan Keuangan 2

Analisa trend:

  • Penjualan naik
  • Laba bersih naik
  • Arus kas operasional naik

Kesimpulan:

Kenaikan arus kas operasional & penjualan berpengaruh besar terhadap kenaikan laba bersih.

  • Aset – Hutang – Rasio Hutang Terhadap Modal

image8

Analisa trend:

  • Jumlah aset naik.
  • Jumlah hutang naik.
  • Rasio hutang terhadap modal naik.

Kesimpulan:

Kenaikan jumlah aset & hutang berpengaruh terhadap kenaikan rasio hutang terhadap modal.

  • Arus Kas (Operasional – Investasi – Pembiayaan)

manajemen keuangan

Analisa Trend:

  • Arus kas operasional naik.
  • Arus kas investasi stagnan.
  • Arus kas pembiayaan turun.

Kesimpulan:

Kenaikan arus kas operasional berpengaruh besar terhadap penurunan arus kas pendanaan karena terjadinya pembayaran hutang secara berkala.

3. Crucial KPI (Key Performance Indicator)

Key Performance Indicator adalah indikator kunci kinerja suatu perusahaan. Berikut adalah contoh KPI dari setiap laporan keuangan  yang bisa digunakan untuk melihat kinerja perusahaan:

Laporan Keuangan Laba Rugi (Income Statement)

  1. Penjualan
    • Bertumbuh naik.
  2. Persentase Laba Kotor
    • Stabil.
    • Meningkat dari waktu ke waktu.
    • Catatan: Perusahaan yang kuat memiliki laba kotor lebih dari 40%.
  3. Pengeluaran Operasional
    • Biaya Penjualan, Umum & Administrasi.
      • Perusahaan kuat memiliki persentase pengeluaran di bawah 30%.
    • Biaya Riset & Pengembangan
      • Lebih kecil lebih baik, perusahaan yang terus menerus mengeluarkan uang untuk melakukan riset & pengembangan akan menggerus keuntungan.
    • Biaya Depresiasi
      • Lebih kecil lebih baik, perusahaan yang terus menerus mengeluarkan uang untuk membeli aset untuk bisa berkompetisi akan menggerus keuntungan.
  4. Biaya Bunga
    • Rasio yang dipakai untuk mengukur kelayakan biaya bunga adalah:
      • Penutupan Bunga = Laba / Biaya Bunga
    • Rasio yang layak untuk Laba Sebelum Pajak adalah ≥ 5X (lebih besar atau sama dengan 5).
    • Rasio yang layak untuk Laba Sesudah Pajak adalah ≥ 2.9X (lebih besar atau sama dengan 2.9).
  5. Laba Bersih
    • Bertumbuh naik.
    • Tips:
      • Perusahaan kuat memiliki laba bersih di atas 20%.
      • Rata-rata perusahaan memiliki laba bersih antara 10-20%.
      • Perusahaan lemah memiliki laba bersih di bawah 10%.

Neraca (Balance Sheet)

  1. Kas & Setara Kas
    • Perusahaan kuat memiliki jumlah kas yang besar.
  2. Piutang
    • Selalu memiliki data valid.
    • Terkontrol kualitasnya.
    • Jangka waktu penerimaan terjaga.
  3. Inventaris
    • Selalu memiliki data valid.
    • Jumlah terpantau & dijaga dalam ambang batas persedian.
    • Slowing moving & dead stock terpantau & terjadwal untuk segera dijual.
    • Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) – lebih tinggi lebih baik.
    • Tips:
      • Perputaran persediaan adalah rasio efisiensi yang menunjukkan seberapa cepatnya sebuah perusahaan menggunakan pasokan barangnya dalam jangka waktu tertentu.
      • Rasio rendah menunjukkan penjualan rendah atau terlalu banyak memegang inventaris.
      • Rasio yang terlampau tinggi menunjukkan penjualan sangat tinggi atau mungkin juga pengadaan persediaan barang kurang efektif.
      • Rumus Perputaran Persediaan: Perputaran Persediaan = Jumlah Harga Pokok Penjualan / Rata-Rata Jumlah Inventaris Akhir.
  4. Pabrik, Bangunan & Peralatan
    • Hanya mengadakan yang diperlukan, bukan untuk ‘bergaya’ & tampil ‘keren’.
    • Penggunaan belanja modal (capital expenditure) dari laba bersih, antara 50% hingga 25%.
  5. Hutang Jangka Pendek
    • Lebih kecil lebih baik, semakin kecil bunga yang dibayar semakin naik labanya.
  6. Hutang Jangka Panjang
    • Sering disebut ‘TRAP DEBT’, perusahaan kuat memiliki hutang jangka panjang sedikit.
  7. Rasio Hutang Terhadap Modal
    • Perusahaan kuat memiliki rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 0.5.
    • Tips:
      • Banyak anggapan dengan berhutang lebih besar, penjualan akan lebih baik.
      • Dengan persediaan uang yang besar, perusahaan akan menjadi lebih kompetitif.
      • Sebaliknya, perusahaan kuat tidak perlu berhutang lebih besar untuk menjadi lebih baik.

Laporan Arus Kas (Cash Flow Report)

  1. Arus Kas Operasional
    • Arus kas operasional yang baik menunjukkan angka positif, yang berarti perusahaan sedang mencetak keuangan.
    • Bila trend arus kas operasional positif naik ke atas, maka trend laba juga positif naik.
    • manajemen keuangan
  2. Arus Kas Investasi
    • Arus kas investasi negatif menunjukkan perusahaan sedang berkembang & melakukan Belanja Modal (capital expenditure) untuk meningkatkan operasional produksi.
    • Aset yang bertambah saat belanja modal adalah tanah, bangunan & peralatan.
    • Arus kas investasi positif menunjukkan perusahaan sedang melakukan penjualan aset tanah, bangunan & peralatan yang tidak terpakai.
    • TipsPerusahaan yang terus menerus memerlukan belanja modal untuk pengembangan usaha akan menggerus lebih banyak laba karena aset yang dibeli terkena depresiasi & amortisasi.
  3. Arus Kas Pendanaan
    • Pendanaan positif Arus Kas menunjukkan perusahaan meminjam uang atau menambah modal untuk pengembangan usaha.
    • Pendanaan negatif Arus Kas menunjukkan perusahaan mengembalikan pinjaman atau membagikan deviden.
    • TipsArus kas pendanaan yang baik adalah negatif karena berarti mengurangi hutang atau membagi keuntungan dengan pemilik saham.

Saatnya Anda Bertindak

OK, saya yakin Anda sekarang sudah jauh lebih berilmu dibanding sebelum membaca artikel ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita ulang apa saja yang sudah Anda ketahui:

    1. Tujuan Anda membuka usaha adalah untuk mencari keuntungan.
    2. Agar keuntungan dapat bertahan, Anda membutuhkan manajemen keuangan.
    3. Manajemen keuangan dapat memaksimalkan keuntungan serta menghindarkan perusahaan Anda dari gagal keuangan.
    4. Manajemen keuangan memiliki 3 instrumen laporan keuangan untuk memantau kondisi keuangan perusahaan.
    5. 3 instrumen laporan keuangan terdiri dari: neraca, laporan laba rugi & laporan arus kas.
    6. Hasil yang ditunjukkan dari 3 laporan keuangan ini lalu dianalisa sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan untuk tindakan selanjutnya. Hasil dari tindakan tersebut kemudian akan dianalisa kembali.
    7. Cara analisa laporan keuangan adalah dengan 3 cara: common sizing, trends & crucial KPI.

Sekarang, saatnya Anda mempraktekkan apa yang sudah Anda pelajari hari ini di perusahaan Anda. Ingat, bila perusahaan Anda baru mulai, pastikan kondisi keuangan sudah terkendali sebelum mengepakkan sayap untuk terbang.

Bila perusahaan Anda sudah mapan, jangan terlena untuk tidak memantau keuangan Anda. Kondisi usaha saat ini penuh dengan turbulensi, yang kapan saja dapat membuat sebuah perusahaan terjerembab.

Dengan demikian, bila Anda selalu sigap melihat papan skor laporan keuangan, Anda dapat segera bermanuver untuk terhindar dari malapetaka.

PS: Jangan lupa cek juga artikel kami mengenai Panduan Pengusaha Untuk Raih Profit Maksimal Dengan Manajemen Keuangan.

Your comment