our blog

Membuka Wawasan

November 29, 2018 / by Wienanto Tanuwidjaja / In Manajemen Keuangan / Leave a comment

Pentingnya Uji Kelayakan Untuk Melihat Performa Keuangan Sebuah Bisnis

Due diligence atau uji kelayakan adalah upaya yang dilakukan oleh individu-individu dengan akal sehat untuk menghindarkan orang lain serta properti yang dimiliki dari hal-hal dan kejadian buruk. Istilah uji kelayakan ini lebih umum ditemukan dalam dunia bisnis terutama sebelum dilakukannya proses akuisisi, investasi, pemberian pinjaman, ataupun sebelum melakukan pembelian.

Proses uji kelayakan ini dilakukan untuk melindungi kedua belah pihak, terutama pihak pembeli. Uji kelayakan ini akan menggali berbagai informasi secara detail dan mendalam. Due diligence menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengetahui apakah ada permasalahan finansial yang tidak terlihat, untuk mengecek berbagai hal yang menjadi indikator kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan, serta untuk memastikan bahwa tidak ada informasi yang ditutup-tutupi.

Proses due diligence itu sendiri akan bervariasi sesuai dengan tipe dan jenis bisnis, serta situasi yang ada. Sebagai contoh, proses due diligence yang dilakukan untuk pembelian properti komersial tentunya akan berbeda dengan pembelian sebuah perusahaan.

Proses Pelaksanaan Due Diligence

Sumber: 123rf.com

Pada dasarnya, proses pelaksanaan due diligence berpusat pada upaya untuk mengecek kesesuaian antara laporan yang diberikan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Uji kelayakan ini dilakukan sebelum perjanjian jual beli secara formal disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Oleh karena itu, proses ini perlu melibatkan kedua belah yaitu pihak penjual dan pembeli, dimana masing-masing pihak dapat didampingi oleh pengacara, akuntan, serta pihak ketiga seperti konsultan yang memberikan pelayanan berupa uji kelayakan seperti yang dilakukan oleh Logiframe.

Proses due diligence melibatkan berbagai hal. Pihak pembeli perlu mengecek berbagai jenis dokumen seperti dokumen penjualan, aset, dokumen yang berkaitan dengan masalah hukum, melakukan pengecekan terhadap kondisi fasilitas yang ada, melakukan analisa laporan keuangan, serta berbagai aspek lainnya.

Proses due diligence tidak akan melewatkan satu aspek apapun baik aspek positif atau negative. Dengan begini, semua fakta akan bisa disajikan di atas meja sebagai bahan pertimbangan pembeli sebelum memutuskan untuk melanjutkan transaksi ataukah tidak.

Area  Kerja dari Due Diligence

Area kerja due diligence ini meliputi berbagai aspek. Sebagian orang menyebut hal ini dengan tipe due diligence.

Dalam melakukan due diligence, terdapat begitu banyak aspek atau area kerja yang perlu digali. Kali ini kita akan membahas beberapa area kerja yang paling sering mendapat perhatian. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa area kerja ini bisa saja berubah sesuai dengan subjek, situasi, dan kondisi yang ada.

Uji kelayakan dalam bidang keuangan

Sumber: shutterstock

Dari begitu banyak area kerja aspek uji kelayakan atau due diligence, bidang keuangan merupakan aspek paling utama.

Hal-hal yang diperiksa dalam due diligence dalam bidang keuangan dilakukan untuk melihat apakah data keuangan yang diberikan benar-benar akurat atau tidak. Pemeriksaan ini meliputi berbagai hal yaitu:

  • Data hasil audit keuangan selama beberapa tahun terakhir.
  • Data keuangan terbaru.
  • Rencana pengeluaran.
  • Daftar inventaris.
  • Daftar pihak debitor dan kreditor.
  • Analisis data akun para pelanggan.
  • Analisa profit margin.
  • Analisa jalur penjualan.
  • Kemampuan perusahaan atau bisnis tersebut dalam mengolah hutang yang ada, serta rencana pelunasan hutang. Rencana pengelolaan hutang yang efektif merupakan salah satu strategi manajemen keuangan yang terbukti mampu meningkatkan profit.
  • Struktur capital perusahaan secara keseluruhan.

Uji Kelayakan dalam Hal Perpajakan

Sumber: pepperlaw.com

Uji kelayakan atau due diligence pajak dilakukan untuk mengetahui segala jenis pajak yang menjadi kebijakan dari bisnis tersebut, perhitungan jumlah pajak, serta berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pajak.

Hal-hal yang umumnya dilakukan dalam proses due diligence dalam area perpajakan ini meliputi:

  • Pengumpulan data pembayaran pajak selama beberapa tahun terakhir.
  • Berbagai informasi yang berkaitan dengan permasalahan pajak, misalnya saja keterlambatan atau penunggakan pajak.
  • Pengumpulan data-data lain yang berkaitan dengan agensi pajak yang bekerja sama dengan pihak perusahaan.

Uji Kelayakan dalam Bidang Legal

Sumber: legalserviceshuahin.com

Proses due diligence legal dilakukan dengan berbagai cara yaitu:

  • Pemeriksaan terhadap berbagai jenis dokumen berupa kontrak dan perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dengan pihak lain.
  • Review terhadap berbagai sertifikat misalnya saja sertifikat yang membahas mengenai bagi hasil keuntungan.
  • Pemeriksaan secara menyeluruh terhadap berbagai hal yang memiliki risiko dalam bidang legal atau hukum termasuk didalamnya kontrak, aset, property intelektual, status perusahaan, dan keamanan dari pihak perusahaan.

Uji Kelayakan dalam Bidang Administrasi

Sumber: pehub.com

Segala hal yang berkaitan dengan bidang administrasi misalnya saja fasilitas, jumlah meja kerja, serta berbagai perlengkapan lain masuk dalam area kerja due diligence. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua biaya operasional yang berkaitan dengan bidang administrasi tersebut telah masuk dalam laporan keuangan atau tidak.

Uji Kelayakan dalam Bidang Aset

Sumber: differencebetween.info

Segala jenis aset yang dimiliki oleh perusahaan juga perlu diuji tingkat kelayakannya. Hal-hal yang perlu diperiksa adalah jenis aset yang dimiliki, lokasi, catatan peminjaman perlengkapan dan peralatan perusahaan, data penjualan dan pembelian aset dalam skala besar dalam beberapa tahun terakhir, manajemen gudang sebagai tempat penyimpanan barang, properti real estate, masalah perijinan, dan juga nama kepemilikan aset.

Uji Kelayakan dalam Bidang Lingkungan

Sumber: kmh.com.au

Uji kelayakan atau due diligence dalam bidang lingkungan juga perlu dilakukan. Mengapa?

Perhatian publik terhadap lingkungan semakin meningkat belakangan ini. Bila sebuah bisnis atau perusahaan dinilai melanggar kode etik dan peraturan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar, maka pihak berwenang bisa menjatuhkan sanksi kepada perusahaan tersebut.

Uji kelayakan dalam bidang lingkungan hidup pada umumnya meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Pengecekan terhadap ijin dan peraturan yang berlaku di daerah tersebut serta memastikan bahwa pihak perusahaan telah mengikuti aturan yang ada.
  • Pemeriksaan sistem pembuangan yang dilakukan pihak perusahaan, apakah telah sesuai dengan tata cara yang ditetapkan pemerintah.

Uji Kelayakan dalam Bidang Sumber Daya Manusia

Sumber: sideplayer.info

Sumber daya manusia merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari sebuah bisnis dan perusahaan, sehingga tidak heran bila proses due diligence juga perlu dilakukan dalam bidang yang satu ini.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi berbagai hal, termasuk didalamnya:

  • Data dari seluruh pegawai yang bekerja di dalam perusahaan tersebut, beserta berbagai informasi tambahan seperti posisi kerja, jabatan, waktu pensiun, serta total waktu bekerja di perusahaan
  • Kebijakan perusahaan berkaitan dengan ijin atau absennya pegawai
  • Analisa dari berbagai permasalahan yang pernah terjadi dengan karyawan misalnya saja masalah diskriminasi, pelecehan, tuntutan pembayaran yang tidak dipenuhi, serta berbagai masalah lain yang berkaitan denga aspek legal.
  • Analisa data gaji dan tunjangan yang diberikan kepada para pegawai, dan tidak lupa pula pemasalahan pelaporan pajak pegawai.

Uji Kelayakan dalam Bidang Properti Intelektual

Sumber: sideplayer.com

Properti intelektual pada dasarnya merupakan aset dari sebuah bisnis atau perusahaan, dimana aset ini dipergunakan untuk bisa meningkatkan keuntungan. Dalam proses due diligence, ada beberapa hal yang perlu diperiksa berkaitan dengan properti intelektual yaitu:

  • Jenis paten yang dimiliki serta cara penggunaannya
  • Dokumen yang berkaitan dengan pengajuan paten dan hak cipta
  • Analisa terhadap tuntutan yang dilakukan oleh pihak perusahaan atau oleh pihak lain untuk melawan perusahaan tersebut mengenai pelanggaran paten dan hak cipta

Uji Kelayakan terhadap Para Pelanggan

Sumber: indonesiare.co.id

Para pelanggan merupakan sumber pemasukan dari sebuah bisnis. Tidak heran bila uji kelayakan yang berkaitan dengan para pelanggan ini juga perlu dilakukan. Dalam hal ini, beberapa pemeriksaan yang dilakukan bisa meliputi:

  • Perjanjian perlindungan terhadap pelanggan, jaminan uang kembali, serta asuransi.
  • Kebijakan kredit yang sedang berjalan.
  • Data-data yang berkaitan dengan hilangnya pelanggan selama beberapa tahun terakhir.

Sekali lagi perlu ditekankan bahwa area kerja due diligence ini akan sangat bergantung pada jenis perusahaan, situasi, dan kondisi yang ada. Terlepas dari hal tersebut, pemeriksaan seperti ini memang perlu dilakukan secara menyeluruh untuk bisa mendapatkan informasi yang benar-benar detail dan mendalam mengenai kondisi perusahaan.

Berdasarkan informasi dari proses due diligence ini, pihak pembeli bisa mengambil keputusan terbaik perihal transaksi yang akan mereka lakukan. Selain itu, mereka juga bisa mulai mengembangkan rencana untuk memperbaiki dan mengembangkan perusahaan tersebut sejak dini.

Pelaksanaan Due Diligence oleh Pihak Ketiga

Sumber: unicornsolutions.in

Siapakah yang berhak menjalankan proses due diligence ini? Pada dasarnya siapa saja yang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kompetensi dalam pelaksanaan uji kelayakan bisa melakukan proses ini.

Namun, setidaknya ada 3 alasan mengapa pelaksanaan due diligence ini sebaiknya diserahkan kepada pihak ketiga seperti konsultan yang khusus bergerak dalam bidang uji kelayakan, seperti Logiframe.

  • Pihak ketiga berupa penyedia jasa due diligence seperti Logiframe mampu melihat situasi dan kondisi yang ada dengan lebih netral dan tidak memihak pihak manapun. Hasil laporan yang diberikan juga akan lebih objektif .
  • Tidak semua orang memiliki akses, tenaga, sumber daya, pengetahuan, serta waktu untuk melakukan uji kelayakan ini sendiri.
  • Alasan selanjutnya adalah masalah akses data dan informasi. Dalam beberapa kasus, tidaklah mudah untuk menemukan semua data dan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan uji kelayakan.

Sebagai contoh, seorang pembeli yang hendak melakukan pembelian sebuah perusahaan yang berada di luar daerah tentunya terhambat pada berbagai persoalan, sebagai contoh ketiadaan aset di daerah tersebut. Konsultan penyedia jasa due diligence pada umumnya memiliki database untuk mengakses data-data yang dibutuhkan.

Selain itu, penyedia jasa due diligence seperti Logiframe bisa menggabungkan berbagai metode untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan. Data tersebut bisa berasal dari database, dari agen yang bekerja secara langsung di lapangan untuk bisa menggali informasi yang tersembunyi, atau dari berbagai sumber birokratis lainnya.

Proses due diligence merupakan sebuah proses panjang dan cukup melelahkan. Proses uji kelayakan ini akan mengungkap semua data dan informasi yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Hasil dari uji kelayakan itu sendiri tidaklah selalu memuaskan dan sesuai dengan keinginan. Namun, terlepas dari semua kemungkinan itu, sangatlah penting untuk melakukan due diligence yang benar-benar dalam dan menyeluruh. Dengan begini, para calon pembeli akan bisa mendeteksi permasalahan-permasalahan yang ada, dan mungkin juga menemukan berbagai potensi yang sebelumnya tidak disadari.

Logiframe siap membantu Anda yang ingin berinvestasi dan membeli sebuah bisnis atau perusahaan, dengan melakukan due diligence atau uji kelayakan yang akan menjawab semua pertanyaan Anda mengenai perusahaan tersebut.

Your comment