our blog

Membuka Wawasan

Agustus 12, 2021 / by Wienanto Tanuwidjaja / In Laporan Keuangan, Manajemen Keuangan, Mengatur Keuangan / Leave a comment

Kesalahan Pembukuan Akuntansi Umum yang Bisa Menjadi Keruntuhan Bisnis Anda

Menjalankan bisnis pasti akan ada rasa stres. Namun, ada juga kegembiraan yang datang dari melihat ide Anda menjadi kenyataan. Tidak ada salahnya sebagai pemilik bisnis, Anda bisa menjadi bos bagi diri sendiri, menjadwalkan jam kerja, dan memiliki kesempatan untuk membantu komunitas Anda.

Namun demikian, ada lebih banyak hal yang bisa didapatkan dengan memiliki Perusahaan, yaitu penciptaan produk dan pemasaran. Meskipun penting untuk meningkatkan produk Anda dan memasarkan pesan merek Anda ke seluruh audiens, mengawasi pengeluaran Anda dan memastikan keuangan bisnis Anda teratur sama pentingnya dalam menjalankan Perusahaan yang sukses.

Salah satu aspek penting dalam bisnis yang harus menjadi prioritas bagi setiap pemilik bisnis adalah pembukuan. Meskipun terkesan membosankan, pembukuan dapat memperlihatkan perbedaan hasil bisnis Anda antara menghasilkan keuntungan atau kehilangan investasi Anda.

Anda baru berwirausaha? Berikut adalah beberapa kesalahan pembukuan yang harus Anda waspadai:

  1. Kurangnya rencana bisnis
  2. Keterampilan organisasi yang buruk
  3. Tidak memisahkan akun bisnis dan pribadi
  4. Tidak memiliki anggaran
  5. Gagal mengklasifikasikan karyawan
  6. Lupa pajak penjualan
  7. Menyalahgunakan kas kecil
  8. Tidak memiliki back-up
  9. Mengambil proyek tanpa banyak pengetahuan

1. Kurangnya rencana bisnis

Seperti halnya usaha apapun, perencanaan adalah bagian penting dari memulai bisnis. Membangun rencana bisnis yang kuat sebelum peluncuran dapat memastikan bahwa Perusahaan Anda siap untuk beroperasi. Contoh kurangnya rencana bisnis: banyak pengusaha yang terlalu bersemangat untuk meningkatkan inventaris tanpa meletakkan rencana bisnis yang baik sebagai landasan.

Rencana bisnis Anda harus mencakup tujuan keuangan dan proses pembukuan Anda. Demikian juga harus mengatur jadwal dan orang-orang yang bertanggung jawab atas setiap tugas. Dengan cara ini, ada pemeriksaan dan keseimbangan tentang kapan pelaporan keuangan harus siap, dan siapa yang harus bertanggung jawab untuk membuatnya.

Bahkan jika itu hanya dioperasikan oleh satu orang, memiliki jadwal pembukuan yang jelas sebagai bagian dari rencana bisnis Anda dapat menjaga bisnis Anda agar tidak bangkrut. Rencana bisnis selalu lebih baik untuk dipersiapkan.

2. Keterampilan organisasi yang buruk

Sebagai pemilik usaha, diperlukan pembagian alokasi pekerjaan kepada anggota tim termasuk pencatatan akuntansi. Masalah pencatatan akuntansi tidak jarang terjadi pada sebagian besar bisnis. Terutama jika Anda memiliki anggota tim yang terbatas, dimana melacak semua penerimaan dan pengeluaran menjadi tanggung jawab pemilik bisnis. Akan sangat menantang untuk melacak keuangan, menyimpan persediaan, dan meningkatkan moral karyawan pada saat yang bersamaan.

Dengan menjadi terorganisir dapat menghemat banyak waktu dan mengurangi stres Anda pada saat menyiapkan pembukuan. Bahkan sebelum peluncuran bisnis Anda, yang terbaik adalah mencari tahu dimana Anda akan mengajukan tanda terima dan mengawasinya. Tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak memanfaatkan teknologi pada saat mengatur kwitansi Anda. Bahkan, dengan mengambil gambar dan menyimpan soft copy, Anda dapat memastikan tidak ada kehilangan dokumen penting sebagai dokumen pendukung pada saat melakukan pembukuan keuangan.

3. Tidak memisahkan akun bisnis dan pribadi

Untuk kegiatan bisnis, mudah untuk mengasumsikan bahwa menjalankan bisnis Anda dengan rekening bank pribadi adalah ideal. Namun, ketika Perusahaan Anda diaudit akan menyebabkan suatu masalah baru dan akan menyita waktu Anda karena tidak adanya pemisahan antara akun bisnis dan pribadi. Dan jika ada badan pemerintah yang harus Anda hindari karena bermasalah, mereka adalah Direktorat Jenderal Pajak.

4. Tidak memiliki anggaran

Masalah yang paling sering muncul dalam menjalankan bisnis adalah arus kas yang terbatas. Bagi mereka yang baru memulai kegiatan bisnisnya, mungkin perlu beberapa saat untuk benar-benar menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, memastikan bahwa arus kas bisnis Anda transparan, terorganisir, dan sesuai dengan anggaran menjadi sangat penting.

Langkah terbaik adalah melakukan audit atas semua pengeluaran Anda sebelum Anda mulai memotong biaya dan membuat anggaran. Melakukan hal itu akan memberikan Anda gambaran yang jelas tentang bagaimana uang bergerak dalam bisnis Anda.

Memiliki anggaran penting dalam pembukuan catatan keuangan Anda karena mengetahui pengeluaran akan meringankan kekhawatiran Anda.

5. Gagal mengklasifikasikan karyawan

Dalam melakukan bisnis, masalah tidak hanya terkait pada pembukuan yang tidak hanya melibatkan persediaan dan bahan baku. Bisnis juga harus memilih tipe karyawan. Sebagian besar kegiatan bisnis memiliki dua jenis karyawan: pekerja penuh waktu dan kontraktor independen. Yang terbaik adalah menjaga status kepegawaian setiap orang sehingga sewaktu administrasi perpajakan, tidak akan ada kekhawatiran tentang kesalahan pengarsipan pajak karyawan.

6. Lupa pajak penjualan

Kesalahan umum lainnya dalam pembukuan adalah mengabaikan pengajuan pajak penjualan atau di Indonesia disebut sebagai Pajak Pertambahan Nilai. Dengan nilai total penjualan tahunan melebihi Rp 4,8 milyar, Anda wajib untuk mendaftarkan diri sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak).

Sebelum membuka bisnis, cari tahu jenis-jenis pajak yang wajib Anda hitung, bayar, dan lapor. Dengan cara ini Anda tidak mengabaikan atau lupa untuk aspek pajak pada bisnis Anda.

7. Menyalahgunakan kas kecil 

Ada pelaku usaha yang menganggap kas kecil sebagai uang gratis – dana yang dapat digunakan untuk segala hal dan apa saja yang dapat dikaitkan dengan usaha. Meskipun itu belum tentu tidak benar, kas kecil bukanlah dompet pribadi pemilik bisnis. Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kas kecil juga perlu dilacak.

Untungnya mengawasi kas kecil tidak melibatkan banyak teknologi yang membingungkan. Kotak uang yang sederhana di sebelah register sudah cukup untuk menyimpannya. Akan tetapi, tetap diperlukan untuk melakukan pencatatan keuangan atas uang yang digunakan di kas kecil.

8. Tidak memiliki back-up

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, teknologi akuntansi dapat menjadi tantangan bagi banyak orang – bahkan bagi mereka yang telah menjalankan bisnis untuk beberapa tahun. Jika Anda tidak memahami suatu program, ada kemungkinan besar Anda akan melewatkan atau menghapus data yang penting.

Oleh karena itu, memiliki back-up file Anda menjadi suatu keharusan. Jika memungkinkan, cobalah untuk memiliki salinan file dalam bentuk spreadsheet yang disimpan di cloud storage seperti Dropbox atau Google Drive. Jika terjadi sesuatu dengan komputer Anda, Anda akan dapat mengunduh dari file yang sudah Anda simpan di cloud storage, jadi Anda tidak harus kehilangan terlalu banyak. Namun, dengan menggunakan Xero sebagai software akuntansi online, data Anda dapat disimpan secara online.

9. Mengambil proyek tanpa banyak pengetahuan

Tidak ada yang dapat menghentikan Anda untuk mengelola sendiri pembukuan Anda. Namun, ada alasan mengapa akuntansi dan pembukuan adalah karir profesional yang sudah ada berabad-abad. Ada aspek keterampilan dari proses yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikuasai, melalui pendidikan formal, pelatihan-pelatihan, dan pengalaman mengerjakan akuntansi dan pembukuan klien-klien.

Jika Anda tidak yakin dengan keterampilan pembukuan Anda, memilih jasa pembukuan outsourcing dapat membantu Anda melacak keuangan bisnis Anda dengan cara yang efisien dan bebas stres. Saran ahli kami adalah menyerahkan pembukuan kepada para profesional sebagai konsultan keuangan Anda. Ada Perusahaan yang akan dengan senang hati mengelola akuntansi dan pembukuan Anda. Hubungi Logiframe Accounting hari ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dapat kami lakukan untuk Anda dan Perusahaan Anda!

 

Your comment