our blog

Membuka Wawasan

Agustus 31, 2018 / by Wienanto Tanuwidjaja / In Manajemen Keuangan / Leave a comment

Manfaat dan Pentingnya Manajemen Aset Yang Harus Anda Ketahui

Baik perseorangan atau pun perusahaan tentu saja memiliki aset penting dan biasanya berupa aset berwujud (tangible assets) dan aset tidak berwujud (intangible assets). Aset berwujud merupakan kekayaan yang bisa dilihat bentuk fisiknya menggunakan panca indera, contohnya yaitu surat rumah, surat tanah, perkebunan, emas, dan lain-lain. Sedangkan aset tidak berwujud merupakan kekayaan yang tidak dapat dilihat bentuk fisiknya menggunakan panca indera namun bisa memberikan manfaat dan nilai tertentu secara ekonomi contohnya seperti saham, obligasi, hak cipta, hak merek dagang dan lain-lain. Sebelum lebih lanjut, pelajari secara lengkap tahapan menaikkan profit perusahaan dengan manajemen keuangan yang harus Anda ketahui di sini.

Definisi Manajemen Aset Menurut Ahli

Aset-aset yang telah dimiliki harus terus dikelola agar perusahaan maupun perorangan dapat merasakan manfaat dari adanya aset tersebut. Untuk mengelola aset-aset ini secara baik diperlukan ilmu manajamen aset. Apa itu manajemen aset? Menurut A. Gima Sugiama, manajemen aset merupakan perpaduan Ilmu dan seni yang digunakan untuk mengelola kekayaan yang meliputi proses merencanakan kebutuhan aset, bagaimana cara mendapatkan, menginventarisasi, lalu melakukan legal audit, mengoperasikan aset, memelihara aset, membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

Sedangkan menurut Kaganova dan McKellar, mereka mengartikan manajemen aset sebagai proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut. Berbeda dengan pendapat Doli D. Siregar, manajemen aset merupakan salah satu profesi atau keahlian yang belum popular dan sepenuhnya berkembang di lingkungan satuan kerja, instansi maupun pemerintahan.

Bagi Anda yang tidak memiliki latar belakang ilmu akuntansi, mungkin istilah manajemen aset terdengar kurang familiar di telinga. Secara keseluruhan ilmu manajemen aset memang lebih kompleks dan tergolong rumit. Namun ini sangat penting untuk Anda ketahui agar aset-aset yang telah Anda miliki selalu pada posisi optimal saat ingin digunakan. Anda bisa menggunakan bantuan konsultan jasa keuangan seperti Logiframe untuk membantu mengelola aset perusahaan Anda dengan mengimplementasikan perusahaan Anda menggunakan Microsoft Dynamics NAV, software yang bisa menjadi solusi manajemen bisnis multi-bahasa dan multi-mata uang dalam mengelola akuntansi dan keuangan, rantai pasokan dan operasional di sini.

Tujuan Manajemen Aset

Tujuan manajemen aset ditentukan dari berbagai dimensi atau pun sudut pandang. Namun secara umum, tujuan dari manajemen aset ialah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola dapat berfungsi secara efektif dan juga efisien. Efektif dalam hal di sini adalah aset yang dikelola bisa mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan, misalnya perusahaan A mencapai kinerja tinggi dalam pelayanan pelanggan. Sedangkan efektivitas yaitu besaran keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan tujuan yang telah ditentukan perusahaan sebelumnya. Selain itu, manajemen aset juga memiliki beberapa tujuan lain di antaranya sebagai berikut:

  • Pengamanan aset.
  • Memastikan kejelasan dari status kepemilikan aset.
  • Menginventarisasi masa pakai aset serta kekayaan daerah.
  • Mengoptimalkan pemanfaatan dan penggunaan aset yang berstatus idle capacity sesuai peruntukkan yang ditetapkan untuk meningkatkan pendapatan.
  • Mengoptimalkan aset agar bisa diketahui dan diidentifikasi pemanfaatannya untuk apa, peruntukkan aset pada siapa serta dapat memberikan pendapatan bagi pemilik aset.
  • Sebagai acuan dalam penyusunan neraca perusahaan.

Masih banyak perusahaan di luar sana yang menganggap jika manajemen aset hanyalah sekedar pengelolaan dan pencatatan daftar aset yang dimiliki. Atau bahkan sebagian besar penyebab utama kerugian yang ditanggung oleh perusahaan terjadi karena terjadinya kesalahan dalam mengelola dan mengoptimalkan aset tersebut. Salah satu contohnya yaitu aset yang tidak teridentifikasi dengan jelas lalu tidak dapat di optimalisasi secara maksimal sehingga perusahaan tidak mengetahui mana aset yang masih bisa di maintenance atau sudah waktunya harus diganti.

Alasan Pentingnya Manajemen Aset Pada Perusahaan

Dengan manajemen aset yang baik perusahaan dapat menekan angka pengeluaran dan menambah pemasukan uang kas (tunai). Manajamen aset menjadi satu kesatuan dengan pengelolaan aset yang melibatkan semua pihak level manajemen agar bisa diimpelementasikan secara baik pada semua departemen perusahaan. Apa saja sih pentingnya manajemen aset dalam perusahaan? Berikut beberapa alasannya.

1. Menjaga Nilai Aset

Manajemen aset yang baik dalam perusahaan sangat diperlukan untuk menjaga nilai aset yang dimiliki agar tetap tinggi. Dengan demikian, semua risiko yang berhubungan dengan aset seperti kerusakan atau kehilangan dapat diminimalisir agar usia aset bisa menjadi lebih panjang. Dalam menjaga nilai aset tersebut, tentu saja diperlukan tambahan biaya operasional untuk mendapatkan output yang maksimal dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

2. Meningkatkan Keamanan

Aset dengan jumlah yang cukup banyak pada satu perusahaan pastinya tidak dapat dikontrol satu persatu dan terjamin keamanannya. Dengan menerapkan manajemen aset, Anda dapat meminimalisir hilangnya aset perusahaan ataupun rusak, penerapan manajemen aset sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan. Dengan demikian aset-aset tersebut akan tersimpan dengan baik, aman dan terlindungi.

3. Memonitor Penyusutan Aset

Salah satu risiko yang perlu Anda waspadai  atas penggunaan aset tetap adalah terjadinya penyusutan. Penyusutan dapat terjadi pada aset tersebut mulai dari fungsi sampai dengan nilainya. Untuk memudahkan dalam mengontrol dan juga memonitor penyusunan aset tersebut sangat diperlukan manajemen aset. Laporan aset ini nantinya harus dimasukkan ke dalam laporan keuangan karena berhubungan dengan nilai uang yang dimiliki perusahaan.

4. Menghindari Pembelian Berlebih

Tahukah Anda jika pembelian berlebih dan yang tidak perlu dalam perusahaan sebenarnya dapat dikontrol jika Anda merapkan manajemen aset. Dengan demikian, perusahaan dapat menyusun anggaran pembelanjaan yang tepat untuk menentukan prioritas dalam pembelian barang serta menghemat biaya pengeluaran.

5. Mempermudah Penyusunan Anggaran

Dengan penerapan manajemen aset pada perusahaan, penyusunan anggaran berupa konstruksi, pembelian barang, pemeliharaan barang yang berkaitan dengan pendanaan aset lebih mudah dilakukan. Hal ini akan membuat perusahaan mengetahui mana aset yang harus diperpanjang usianya atau harus dihapus.

6. Membuat Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan sebuah metode untuk mengidentifikasi, menganalisa, menilai, mengendalikan, menghindari, meminimalisir atau bahkan menghapuskan ancaman (risiko) pada sebuah perusahaan. Manajemen risiko sangat penting untuk menciptakan kesadaran perusahaan atas bahaya dan risiko dari aset yang dimiliki.

Menerapkan manajemen risiko akan sangat membantu perusahaan dalam mengelola ketidakpastian yang mungkin terjadi karena perusahaan dapat membuat langkah pengendalian dan pencegahan.

Ketika perusahaan sudah menerapkan manajemen aset sebaiknya didalamnya juga sudah sekaligus menerapkan manajemen risiko. Meski terlihat satu kesatuan namun tidak semua perusahaan sudah menerapkan manajemen risiko untuk melindungi aset mereka dari berbagai macam ancaman yang tidak terduga. Dengan hanya menerapkan manajemen aset terkadang mereka berpikir bahwa aset sudah pasti aman dan tidak mempertimbangkan kemungkinan ancaman dimasa yang akan datang.

Seorang fund manager atau investor adalah orang yang sangat jeli dalam melakukan manajemen risiko karena mereka harus mengukur potensi kerugian yang mungkin dialami ketika berinvestasi. Setelah mengetahui risiko yang mungkin terjadi mereka akan menyusun rencana dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi nilai risiko tersebut sesuai dengan tujuan investasi.

Besarnya risiko yang dihadapi dapat ditoleransi berdasarkan beberapa kategori risiko. Untuk kategori risiko yang menimbulkan bahaya kecil biasanya akan dibiarkan, namun berbeda dengan kategori risiko yang dapat menimbulkan bahaya besar bagi perusahaan biasanya cenderung akan dihindari atau disiapkan strategi yang lebih detail dan terperinci.

Tahapan Manajemen Risiko

Dalam menerapkan manajemen risiko, Anda perlu mengetahui adanya beberapa tahapan efketif yang harus dilakukan  yaitu;

Pertama, lingkungan internal (internal environment), hal ini sangat berhubungan dengan lingkungan internal perusahaan. Di mana struktur organisasi perusahaan, budaya kerja hingga pendelegasian wewenang harus jelas dan tertulis.

Kedua, penentuan sasaran (objective setting) dimana perusahaan harus membuat tujuan yang jelas dari organisasi yang sudah dibentuk. Dengan demikian, risiko yang mungkin terjadi lebih mudah diidentifikasi, diakses dan dikelola sesuai tujuan yang telah dibuat.

Ketiga adalah mengidentifikasi peristiwa (event identification). Setelah tujuan organisasi telah dibuat, perusahaan harus mengidentifikasi kejadian yang berpotensi memengaruhi pencapaian dan strategi tersebut. Karena hal yang berisiko memengaruhi tujuan organisasi dapat menimbulkan efek positif dan juga efek negatif bagi perusahaan.

Keempat, penilaian risiko (risk assessment) untuk menilai dan mengukur seberapa besar kejadian atau keadaan tersebut dapat mengganggu pencapaian tujuan.

Kelima, tanggapan risiko (risk response) yang harus dilakukan oleh perusahaan setelah mengetahui hasil dari penilaian risiko tersebut. Perusahaan dapat melakukan beberapa langkah tindakan seperti menerima risiko, memindahkan risiko, mengurangi risiko hingga menghindari risiko sesuai dengan penilai risiko yang telah dibuat.

Keenam, aktivitas pengendalian (control activities) yang merupakan kegiatan penyusunan kebijakan dan prosedur agar manajemen risiko dapat terlaksana secara efektif.

Ketujuh, informasi dan komunikasi (information and communication) yaitu menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait dengan kualitas informasi yang tepat, arah komunikasi dan alat komunikasi yang sesuai. Langkah terakhir atau kedelapan adalah pemantauan (monitoring), monitoring harus dilakukan secara konsisten untuk menghindari pelaporan yang tidak lengkap, berlebihan atau kecurangan.

Penerapan Manajemen Risiko Pada Perusahaan Anda

Ternyata langkah untuk menerapkan manajemen risiko memang cukup banyak dan detail. Namun ini sangat penting untuk menjaga aset perusahaan Anda di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Logiframe hadir untuk membantu Anda dalam dalam implementasi software untuk pengelolaan aset perusahaan Anda. Dengan konsultan profesional di bidang keuangan yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun, Logiframe menerapkan metode pendekatan holistik dalam membantu Anda mengidentifikasi, mengimplementasikan hingga memastikan operasional perusahaan Anda terus berjalan dengan mulus.

Dengan bantuan konsultan dari Logiframe Anda dapat terus mempertahankan daya saing sehingga aset yang dimiliki perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal. Logiframe telah menggunakan perangkat lunak manajemen aset sehingga semua proses seperti up time, aspek keamanan, mitigasi risiko hingga memangkas biaya perawatan dapat Anda pantau.

Keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dari manajemen aset dengan bantuan dari konsultan Logiframe adalah Aging infrastructure system, meminimalisir life-cycle cost, laporan keuangan yang jelas dan akurat, strategi untuk mengelola aset utilitas yang tercantum pada sebuah dokumen hingga pengetahuan tentang manajemen yang terus bertambah. Untuk info lebih lanjut mengenai  konsultan manajemen aset Logiframe, dapat Anda lihat di sini.

Your comment