our blog

Membuka Wawasan

Oktober 19, 2018 / by Wienanto Tanuwidjaja / In Laporan Keuangan, Uncategorized @id / Leave a comment

Neraca Keuangan Sebagai Fondasi Pertumbuhan Perusahaan yang Kuat

Setiap perusahaan yang ingin serius dalam pertumbuhan bisnisnya harus memperhatikan kekuatan internalnya. Ibarat sebuah gedung bertingkat, untuk dapat berdiri kokoh, gedung membutuhkan suatu fondasi yang kuat. Dalam hal perkembangan bisnis, salah satu fondasi yang mendukung kemajuan adalah memiliki keuangan yang kuat.

Keuangan yang sehat berperan besar sebagai pendukung kegiatan bisnis, ekspansi, maupun sebagai indikator vitalitas perusahaan. Neraca keuangan yang akurat akan memperlihatkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya. Aset yang besar dan variatif dan liabilitas yang rendah akan menghasilkan ekuitas yang sehat dan menyenangkan para shareholders.

Apa itu Neraca Keuangan?

Di dalam sistem akuntansi keuangan, neraca keuangan adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan tersebut pada akhir periode tersebut.

Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset (aktiva), liabilitas (kewajiban), dan ekuitas (modal) yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:

Klasifikasi Aset/Aktiva

Liabilitas adalah kewajiban berjalan perusahaan untuk mentransfer aset atau menyediakan jasa kepada perusahaan lainnya di masa depan (hutang) sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau.

Bagian terakhir dari neraca keuangan, ekuitas, adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban-kewajibannya. Ekuitas juga disebut sebagai modal karena merupakan kepentingan kepemilikan. Terkadang perhitungan modal juga melakukan pengurangan Prive, yaitu pengambilan dana oleh pemilik (owner) perusahaan untuk keperluan pribadi.

Neraca keuangan atau balance sheet menyajikan informasi posisi sumber kekayaan perusahaan dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan perusahaan tersebut dalam suatu periode akuntansi. Untuk keperluan internal, laporan ini bisa dipersiapkan setiap bulan, triwulanan, caturwulanan, atau tahunan. Perusahaan terbuka (Tbk) diwajibkan untuk mempublikasikan neraca mereka setiap tahun.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 tentang neraca. IAI adalah organisasi profesi yang menaungi seluruh Akuntan Indonesia atau nama lainnya dalam Bahasa Inggris adalah Institute of Indonesia Chartered Accountants. Beberapa hal penting yang tercantum misalnya:

  • Perusahaan menyajikan data aset lancar terpisah dari aset tidak lancar. Aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas. 
  • Penjabaran kewajiban jangka pendek dipisahkan dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu seperti diatur dalam PSAK khusus. Semua kewajiban didaftar menurut urutan jatuh tempo.
  • Perusahaan harus mengungkapkan informasi jumlah tiap aset yang akan diterima dan kewajiban yang dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.
  • Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset bersih sebagai modal kerja dengan aset yang digunakan untuk operasi jangka panjang.

Semakin detil informasi yang dipaparkan dalam neraca keuangan, semakin tajam analisa dan perencanaan yang bisa dilakukan untuk memprediksi arah perusahaan secara finansial.

Mengapa Perlu Neraca Keuangan?

Tujuan akuntansi dan laporan keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia adalah untuk:

  • Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
  • Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  • Memberikan informasi yang membantu para pemakai laporan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Memberikan informasi penting lain mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti aktivitas pembiayaan dan investasi.
  • Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.

Sedangkan menurut APB (Accounting Principles Board – badan otoritatif yang dibangun American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) pada tahun 1959 dan digantikan oleh the Financial Accounting Standards Board (FASB) tujuan laporan keuangan digolongkan sebagai berikut:

1. Tujuan Khusus – untuk menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).

2. Tujuan Umum – memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan; sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mendapatkan laba; menaksir informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba; mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan.

3. Tujuan Kualitatif – sesuai APB Statements No. 4

a. Comparability – informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan, memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
b. Understandability – informasi yang disajikan bukan saja penting tetapi juga harus dimengerti para pemakainya.
c. Verifiability – hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh pihak lain yang akan
menghasilkan pendapat yang sama.
d. Neutrality – laporan akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Timeliness – laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila
diserahkan pada saat yang tepat.
f. Comparability – informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan, memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g. Completeness – informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan
yang layak dari para pemakai.

Salah satu pembuktian keabsahan data dalam neraca khususnya bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan adalah melalui stock opname. Seperti sebuah swalayan mengelola persediaan barangnya, di mana ada ribuan jenis barang yang diperjual-belikan. Kondisi stok yang memadai menjadi vital untuk keberlangsungan bisnis dan pemenuhan kebutuhan pelanggan.

Bagaimana Cara Membuat Neraca Keuangan?

Neraca dibuat dengan mengutip saldo akun rill, yakni akun harga atau akun aktiva dan akun liabilitas pada kertas kerja. Pada akun ekuitas, yang dikutip hanya laporan perubahan modal karena yang ditampilkan dalam neraca adalah modal akhir. Dalam kertas kerja hanya tercantum modal awal sehingga untuk akun ekuitas, Anda mengutip dari laporan perubahan modal.

Jika Anda ingin menghitung modal akhir secara mandiri, Anda dapat menghitungnya dengan cara menambah modal awal pada kertas kerja dengan laba periode itu serta mengurangkannya dengan saldo prive (pengambilan modal oleh pemilik). Namun, jika kondisi perusahaan Anda sedang mengalami kerugian, maka modal akhir dihitung dengan cara: modal awal-rugi-prive.

Apa Itu Stock Opname?

Stock opname adalah salah satu bentuk kegiatan perhitungan persediaan stok barang di gudang sebelum dijual. Kegiatan ini dilakukan secara langsung di gudang dan cukup menyita waktu. Selain itu, dalam melakukan perhitungan juga tidak boleh ada kesalahan atau ada yang terlewat, karena nantinya akan berpengaruh pada stok barang yang dijualnya.

Proses stock opname atau dikenal juga dengan nama audit inventori bisa dilakukan lebih cepat dan efisien menggunakan barcode. Selain itu dengan menggunakan barcode, kesalahan dalam pencatatan dan perhitungan barang bisa lebih diminimalisir.

Kegiatan stock opname dilakukan untuk mengetahui secara pasti dan benar tentang persediaan barang yang ada pada catatan pembukuan dan barang yang ada di gudang. Jika ditemukan barang lebih banyak daripada yang tertulis di stock opname, maka bisa dilakukan pengecekan ulang apakah kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat atau kesalahan dalam melakukan pencatatan.

Jika terjadi kekurangan, biasanya bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan membuat jurnal penyesuaian atas kekurangan barang atau bisa juga perusahaan membebankan kepada petugas bagian stock opname melakukan penggantian atas kekurangan barang.

Sebagai kegiatan penting yang mendukung pelaporan neraca yang baik, stock opname memiliki manfaat lainnya, yaitu:

  • Mengurangi penyimpangan terhadap barang, baik itu kekurangan atau kelebihan.
  • Mengambil tindakan lebih cepat jika ada barang hilang atau kekurangan, menghindari stok barang menjadi kosong.
  • Dapat digunakan sebagai analisis tahun-tahun sebelumnya sehingga mengetahui perkembangan perusahaan.
  • Mengetahui arus masuk dan keluar barang secara pasti.
  • Mengetahui kondisi dan jumlah barang di gudang secara pasti.

Kapan stock opname dilakukan? Pada umumnya, stock opname dilakukan setiap tahun, per 4 bulan, per 3 bulan, bahkan ada yang setiap bulan sekali, tergantung dari jenis perusahaan dan kebijakan mereka. Tetapi kebanyakan perusahaan melakukan stock opname adalah perkuartal atau triwulan, karena prosesnya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain itu, para petugas juga harus memeriksa secara detail semua barang dan beserta kondisinya.

Ada beberapa cara melakukan stock opname, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Menghentikan pergerakan barang masuk dan keluar dari perusahaan, untuk menghindari selisih saat perhitungan. Stock opname paling efektif dilakukan saat liburan sehingga tidak ada transaksi masuk dan keluar.
  2. Jika lokasi gudang lebih dari satu, maka stock opname harus dilakukan lebih dari satu orang agar maksimal. Untuk memastikan keabsahan data, lebih baik lagi jika ada minimal 2 orang per lokasi.
  3. Memastikan kelengkapan seluruh dokumen yang dibutuhkan sebelum melakukan stock opname.
  4. Melakukan perhitungan secara cermat dan teliti agar tidak ada kesalahan data.
  5. Setelah perhitungan fisik diketahui hasilnya, langkah selanjutnya adalah membandingkan dengan pencatatan pada buku tentang jumlah barang yang tersedia dalam gudang.
  6. Membuat laporan stock opname.
  7. Melaporkan hasil laporan stock opname ke bagian akunting.

Pentingnya Neraca Keuangan

Jika Anda sudah paham akan pentingnya neraca keuangan dan stock opname sebagai tindakan pendukungnya, maka langkah selanjutnya adalah melakukannya! Selain untuk kebutuhan internal, pelaporan neraca ke depannya sudah menjadi suatu kewajiban yang disyaratkan pemerintah.

Akuntansi statutori adalah pelaporan informasi keuangan dan non-keuangan yang wajib kepada institusi pemerintah. Tiap industri memiliki aturan, prinsip dan regulasinya sendiri. Prinsip-prinsip ini menentukan bagaimana transaksi keuangan harus dicatat sesuai dengan aturan dan regulasi dari institusi yang berwenang.

Di Indonesia, akuntansi statutori menggunakan GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) atau PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Indonesia bersamaan dengan standar akuntansi yang diterima secara internasional, yang dikenal sebagai International Financial Reporting Standard (IFRS).

Perusahaan diwajibkan mengikuti GAAP guna memberikan keyakinan kepada investor yang menggunakan informasi keuangan perusahaan dalam menentukan langkah investasinya. Hasil dari akuntansi statutori adalah sekumpulan laporan keuangan yang terdiri atas neraca keuangan, laporan laba/rugi, stock opname atau audit inventori, ekuitas pemegang saham, arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Your comment